Harga Aqiqah Surabaya | 081231666604

Bagaimana jika anak belum diaqiqah sewaktu kecil?
Aqiqah hukumnya sunnah mu’akad. Aqiqah untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing, sedangkan bagi anak perempuan dengan seekor kambing.
Apabila sebagai orang tua mampu untuk mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan seekor kambing, itu juga diperbolehkan. Anjuran aqiqah adalah suatu kewajiban bagi seorang ayah yang berperan dalam menanggung nafkah anak.
Anjuran aqiqah dianjurkan pada hari ke tujuh setelah kelahiran, orang tua yang dalam keadaan fakir (tidak mampu) maka tidak ada perintah baginya untuk mengaqiqah anaknya.
Allah SWT berfirman yang artinya “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At Taghobun : 16). Namun bagi orang tua yang bercukupan maka dianjurkannya untuk menunaikan aqiqah anaknya, aqiqah masih tetap menjadi kewajiban ayah bukan ibu, bukan pula anaknya.

Apabila orang tuanya dahulu dalam kondisi tidak mampu pada saat dianjurkannya aqiqah (yaitu harii ke 7, 14, atau 21 kelahiran anak), maka ia tidak punya kewajiban apa-apa walaupun mungkin setelah itu orang tuanya menjadi kaya. Sebagaimana apabila seseorang miskin ketika waktu pensyariatan zakat, maka ia tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, meskipun setelah itu kondisinya serba cukup.
Sedangkan jika orang tuanya ketika sang anak lahir, namun ia menunda aqiqah anaknya hingga dewasa, maka pada saat itu anaknya tetap diaqiqah walaupun sudah dewasa. Adapun waktu utama aqiqah adalah hari ketujuh kelahiran, kemudian hari keempatbelas kelahiran, kemudian hari keduapuluh satu kelahiran, kemudian setelah itu terserah tanpa melihat kelipatan tujuh hari. Wallahu a’lam