Hukum Pelaksanaan Aqiqah

Pandangan para Fuqoha tentang hukum pelaksanaan aqiqah, antara lain ada yang berpendapat bahwa aqiqah hukumnya wajib, beliau antara lain;

Imam Al-Hasan Al Bashri, Al Laits Ibnu Sa’ad, pendapat ini bersumber dari hadits yang di riwayatkan oleh Muraidah dan Ishaq bin Ruhawiah;

“sesungguhnya manusia itu pada hari kiamat akan dimintai pertanggung jawaban atas aqiqahnya seperti halnya pertanggung jawaban atas Shlat lima waktu”

Dalam hal hukum aqiqah, para ahli fiqih Hanafiyah menolak syari’at pelaksanaan aqiqah, pendapat ini muncul atas hadits yang di riwayatkan oleh Abu Rafi’, bahwa Rasulullah pernah mengatakan kepada putrinya (Fatimah); “janganlah engkau mengaqiqahi anakmu tetapi cukurlah rambunya”. Yang kemudian dijawab oleh kebnyakan ahli fiqih bahwa hal ini tidak menunjukkan makruhnya aqiqah tapi karena Rasulullah tidak suka membebani Fatimah ra. Dan Rasulullah telah mengaqiqahi anak Fatimah (sebagaimana hadits sebelumnya tentang aqiqah) Al Hasan & Al Husain)

SedangkanFuqoha yang pendapatnya dianggap paling kuat adalah pendapat dari Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Ahmad dan Abu Tsaur yang menyatakan bahwa aqiqah hukumnya Sunnah dan dianjurkan, pendapat beliau didasarkan dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Abas ra;

“Bahwa sesungguhnya Rasulullah telah mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu ekor kambing satu ekor kambing.”

Dan pelaksanaan aqiqah pada dasarnya untuk menghidupkan sunah Rasulullah SAW, menjaga budaya islam dan menegakkan syari’at Islam serta membangun generasi yang Rabbani.

Berikut daftar harga Syiar Aqiqoh

Kambing Jantan

[table id=2/]

Kambing Betina

[table id=1/]